GELAS DAN PECAHANNYA


Gelas yang pecah tidak lagi bisa kembali seperti semula.
Tetapi bukan berarti ia kehilangan seluruh nilainya.

Ada pecahan yang tajam, mengingatkan kita pada luka.
Ada pecahan yang kecil, hampir tak terlihat, tetapi tetap bagian dari kisah yang pernah utuh.

Begitu pula manusia.

Kadang kita hancur bukan karena kita lemah, tetapi karena terlalu lama menahan sesuatu yang sebenarnya sudah retak.

Jangan malu dengan pecahan masa lalu.
Sebab dari sanalah kita belajar bahwa tidak semua yang kita pertahankan harus tetap menjadi milik kita.

Dan ingat...

Gelas yang pecah tidak harus menjadi gelas lagi untuk menjadi sesuatu yang berharga.

Ia bisa menjadi mozaik.
Bisa menjadi karya.
Bisa menjadi pelajaran.
Bahkan bisa menjadi jalan bagi seseorang untuk memahami arti kehati-hatian.

Begitu pula dirimu.

Jika hari ini kamu merasa hancur, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa hidupmu telah berakhir.

Mungkin Tuhan sedang mengajarkanmu untuk membentuk dirimu dalam bentuk yang baru.

Karena terkadang,
yang kita sebut kehancuran hanyalah cara kehidupan memaksa kita menemukan bentuk terbaik dari diri kita sendiri.

Post a Comment

Previous Post Next Post