Poligami itu Sunah, Menghormatinya Wajib, Mengolok Syariat-Nya jelas Dosa

Jangan Benci Syariat, karna akan dipertanggungjawabkan nanti di akhirat

Ngobrol tentang poligami adalah yg belum lumrah di kalangan masyarakat kita umumnya

Berujar imam Syafi'i
Jika kita terbiasa dengan yg haram, maka kita akan jijik dengan yg halal

Masyarakat cenderung mengtolelir ketika ada pasangan (belum menikah) berdua duaan ditaman

Dengan entengnya mereka bilang, yah namanya Anak muda

Namun ketika melihat suami Istri pula bermesraan (kadang hanya bergandeng tangan) mereka nyinyir
"Eleh sudah nikah Nggak usah sok sokan deh"

Ketika ada terjadi pernikahan Karna kecelakaan duluan maka akan berkata 'yah mau gimana lagi'

Namun ketika Anak Anak muda yg ingin hijrah segera menikah (masih muda) mereka bilang
'Kok mau cepet cepet nikah?' Hamil duluan y??..

Ada yg poligami dengan wanita single, nyinyir:
"Nikahnya sama janda dong kayak Rasulullah"

Ada yg poligami sama janda, nyinyir:
"Nikahnya sama janda yg punya anak dong"

Ada yg poligami sama janda beranak:
"Nikahnya sama janda tua dong kayak Rasulullah, kalo bisa nenek yg perlu disantuni".

Ada pemuda single nikah sama nenek2:
"Diihhh nikah kok sama nenek2 yg udah menopause. Emang nggak ada perempuan muda lain?"

See?..
Realita bukan ??..

Yang salah bukan poligami atau pernikahan dengan janda atau single.
Yg salah hati kita yg kadang berpenyakit

Mereka yg menikah punya alasan masing-masing

Istri Rasulullah ada yg perawan, yg janda juga bukan nenek-nenek, mereka cantik dan solehah (lihat Al Quran for women dibagian belakang)

Ada sebab akibat Rasulullah berpoligami. Dan ada sebab akibat ulama berpoligami.

Dan perintah Allah kan menikah dengan perempuan yg disukai

Bukan perintah menikahi nenek nenek

Ingat sebab akibat Surat ini diturunkan, untuk membatasi jumlah Istri yg boleh dinikahi, bukan menambahi (jika kita memahami)

Kalau saya ditanya tapi orang poligami sekarang ama yg cantik yah, walaupun janda yah cantik kok bukan nenek nenek??

Saya bantu jawab (laki laki itu fitrahnya memang menyukai keindahan) urusan Rumah tangga juga masuk urusan biologis

Nenek nenek tak perlu ditolong secara biologis karna memang sejatinya tak menginginkan lagi

Bagaimana dengan janda yg masih muda?? Sedangkan mereka masih memiliki hasrat namun tak ada tempat halal sebagai penyalur

Jika pernikahan dan poligami dipersoal susah
Benar adannya jika maksiat akan makin nyata

Layaknya cadar yg diperbolehkan, begitu juga poligami
Jika belum siap melakukannya cukup tak perlu dinyinyiri

Mengutip kalimat Tere Liye
"Poligami itu adalah aturan tertulis dalam Al Qur'an, ada. Titik.

Jika kalian muslim, terlarang sekali komentar keberatan seolah kita lebih tahu dibanding Tuhan saat membuat aturan itu.

Termasuk nyinyir pada pelakunya. Sok tahu, sok bijak, dan sok-sok lainnya. Kita bisa kena pasal munafik dan atau pasal yang lebih serius lagi.

Hati2 berkomentar soal ini. Berhenti nyinyir kepada orang yang poligami. Yang mau poligami, itu pilihan hidupnya. Yang tidak, itu juga pilihan hidupnya.

Termasuk yang jomblo, eh, itu sih bisa pilihan, juga bisa bukan. :) "

***

”Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” [Al Ahzab/33:36]

Kalo nggak suka poligami, ya sudah, berdoa bagi yang single atau berkomitmen bagi yang sudah berpasangan

Kekhawatiran itu karna ketiadaan ilmu, jadi jadilah sosok yg memahami esensi kehidupan terlebih Al Quran..

Comments